Welcome

Contents:

Who's Online

There are no users currently online.
January 2012
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

We Will Not Go Down

The Globalization of Nothing

Resume Buku The Globalization of Nothing, George Ritzer, 2006, Universitas Atma Jaya: Yogyakarta

Definisi Kehampaan dan Keberadaan

Dalam bukunya Globalization of Nothing, George Ritzer kembali melakukan pemaparan secara jelas mengenai globalisasi. Globalisasi sebagai sebuah proses mendunia telah membawa satu efek besar terkait dengan pola konsumsi individu dalam masyarakat. Pemaparan Ritzer terkesan sangat filosofis sekaligus sosiologis dan ingin mengungkap makna tersembunyi dari apa yang disebut sebagai nothing (ketiadaan / kehampaan) yang dikonsumsi oleh manusia modern di era globalisasi saat ini. Ritzer memberikan penjelasan mengenai globalisasi dunia, yang mana segala sesuatunya dikendalikan secara terpusat dengan standardisasi yang meliputi tempat, segala benda, pelayanan dan jasa.

Ritzer menyatakan globalisasi sebagai ‘peredaran yang dipercepat’ menciptakan suatu masyarakat global, dimana sensitivitas hubungan personal mulai minimalis (atau bahkan tidak ada) karena jasa pelayanan yang diberikan sangat bersifat impersonal, bahkan bukan lagi orang yang menggerakan pelayanan tersebut, karena orang yang melakukan pelayanan dikendalikan secara terpusat oleh mekanisme mesin dengan teknologi tinggi. Tempat yang menjadi rujukan dan referensi dalam masyarakat global adalah supermarket, yang disebut Ritzer sebagai bukan tempat, lantaran ruang yang dimasuki adalah kehampaan yang tanpa memberikan makna apapun kecuali setting seragam dengan aneka barang bermerk global, produk individu semakin lemah dan terdominasi oleh pabrik global yang memproduksi bukan benda (non things) lantaran benda yang diproduksi tidak mengandung substansi apapun sebagai sebuah benda yang dikonsumsi melainkan telah direkayasa sedemikian rupa dengan merk yang mendunia.

Fenomena ini dicontohkan Ritzer melalui keberadaan supermarket, shopping mall (yang disebut sebagai non-places, bukan tempat), dan Gucci Jeans, ATM, Dolce serta pakaian merk Gabbana (yang disebut sebagai non-things, bukan benda) yang awalnya mendominasi masyarakat AS hingga sekarang dan kemudian diikuti tempat lain di dunia saat ini.

Ritzer memberikan suatu definisi mengenai apa ia maksudkan sebagai ketiadaan dan keberadaan (bukan sesuatu dan sesuatu, nothing and something) pada awal buku ini. Nothing (kehampaan) didefinisikan sebagai bentuk sosial yang biasanya disusun dan terkontrol terpusat dan sedikit sekali unsur membedakan (kekhasannya), tanpa isi substantif yang berbeda. Sedangkan something (keberadaan) didefinisikan sebagai sebuah bentuk sosial yang biasanya berasal dari yang asli pribumi, disusun dan terkontrol secara asli dan menguasai banyak di dalamnya unsur pembeda (kekhasannya), kaya muatan substansi yang berbeda. Dengan kata lain, keberadaan sesuatu adalah salah satu dari suatu jenis, dan kehampaan adalah ketiadaan keunikan.

Dalam dunia sosial, khususnya dunia konsumsi melibatkan banyak kombinasi mengenai kehampaan dan keberadaan yang terjadi di manapun. Kehampaan mungkin menonjol pada beberapa waktu dan tempat sementara keberadaan unggul dalam waktu dan tempat lainnya. Kehampaan dan keberadaan bukanlah kategori yang statis. Para pengusaha terus menerus mencoba mengubah kehampaan menjadi keberadaan dalam usaha untuk menghasilkan dan menjual lebih dengan melampaui ruang waktu dan tempat yang lebih besar. Sebaliknya yang lain, konsumen sering secara aktif akan berusaha secara aktif dalam proses pencarian mengubah kehampaan menjadi keberadaan.

Selalu ada dialektika antara keberadaan dan kehampaan. Dan pada titik ini, dalam sejarah dunia, kehampaan lebih cocok jauh lebih baik daripada keberadaan dengan perintah-perintah dari sistem kapitalis maupun fase dari globalisasi saat ini. Kehampaan jauh lebih mungkin untuk menemukan jalannya menuju setiap sudut masyarakat konsumen dan berjalan memasuki pelosok bumi. Selanjutnya dalam banyak kasus, penyebaran kehampaan yang dicontohkan melalui pinjaman kartu kredit melibatkan pemindahan, bahkan pengurangan dan penyingkiran terhadap keberadaan (pinjaman-pinjaman pribadi).

Konseptualisasi Kehampaan dan Keberadaan

Konsep berlawanan antara satu hal dengan hal lain, antar tipe yang saling berlawanan merupakan tradisi panjang dari karya sosiologi. Seperti konsep gemeinschaft (hubungan kekeluargaan, ketetanggaan, dan pertemanan) dengan gesselschaft (hubungan pada tingkat kota, nasional dan kosmopolitan) dari Ferdinand Tonnies, antara status dan kontrak (Maine), Tipologi militan dan industrial (Spencer), Solidaritas organik dan mekanik (Durkheim), desa dan kota (Redfield) skral dan sekuler (Becker) merupakan beberapa tipologi yang menjelaskan kategori yang ada di masyarakat dalam pengertian tipe-tipe yang luas dalam masyarakat. Sedangkan kehampaan dan keberadaan yang disampaikan Ritzer, lebih pada pembedaan secara sempit untuk membedakan antara tempat-bukan tempat, benda-bukan benda, orang-bukan orang, dan pelayanan bukan pelayanan dalam dunia konsumsi

Mengenai kontinum keberadaan dan kehampaan dapat dilihat dalam tabel dengan lima sub kontinuanya sebagai berikut:

Keberadaan

Kehampaan

Unik (satu yang sejenis)

Umum (yang dapat dipertukarkan)

Ikatan geografis lokal

Kurang ikatan lokal

Spesifik sesuai zaman

Tanpa batas waktu

Manusiawi

Tidak manusiawi

Mempesona

Mengecewakan

Banyak dari contoh disebutkan dalam buku untuk menjelaskan dialektika nothing-something (keberadaan dan kehampaan). Dan dari setiap keberadaan – kehampaan itu dalam setiap kontinumnya terdapat keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Penjelasan mengenai subkontinum keberadaan dan kehampaan dapat dijelaskan dengan beberapa penjelasan sebagai berikut:

1. Unik – Umum, Satu yang sejenis – yang dapat dipertukarkan

Contoh dari Ritzer menyebutkan Makanan Gourmet adalah keberadaan, sedangkan makanan microwave adalah kehampaan. Gourmet dicirikan sebagai sesuatu yang unik, satu yang sejenis dan kaya akan substansi khususnya. Dibuat oleh koki yang ahli dengan bahan yang bermacam-macam sedangkan microwave dicirikan sebagai makanan yang tidak kaya komponen pembuatnya, tidak ada pilihan, dibuat oleh bukan koki trampil tetapi dari rangkaian aturan temperatur yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak memiliki substansi khusus yang unik, melainkan bersifat umum dan jauh dari bahan yang bervariasi seperti rempah-rempah yang alamiah melainkan telah dibuat standar umum tentang bumbu yang kurang lebih sama.

Contoh lain dari yang umum lainnya antara lain seperti sup Campbell, Kotak kraft Macaroni and cheese dan swason’s frozen TV dinners, inovasi baru makanan kemasan makanan ringan dan lunchables (produk kraft lainnya). Lunchables dilihat sebagai langkah lain dalam arah penggantian yang progresif dari makanan yang unik oleh makanan yang umum. Tren umum yang sama juga terjadi dalam domain konsumsi masyarakat.

Ada keuntungan-keuntungan dari yang unik (dalam kasus ini kesenangan-kesenangan yang muncul dari menyantap makanan gourmet) dam yang umum (contoh biaya rendah, efisiensi, dapat diprediksikan dan sebagainya dari makanan microwave dan lunchable)

Tetapi ada pula kerugian dari yang unik; biaya mahal, ketersediaan makanan-makanan gourmet terutama hanya untuk kelompok elite dalam masyarakat atau untuk mereka yang memiliki waktu untuk memasaknya. Meskipun dalam keseharian banyak orang yang dapat memasak sendiri dengan biaya murah. Sedangkan dari makanan yang umum seperti lunchables biasanya harus mengeluarkan biaya tidak hanya dalam membeli isi makanan tetapi juga label, kotak kemasan plastik yang belum tentu ramah dengan lingkungan karena tidak dapat didaur ulang secara alami.

Apa yang unik yang dicontohkan makanan gourmet cenderung memiliki akar-akar lokal (misal penggunaan bahan-bahan lokal yang segar, keahlian koki perseorangan terampil di dapur mereka sendiri), sementara apa yang umum (makanan microwave) cenderung kurang memiliki akar-akar seperti itu (bahan cenderung dari manapun dan dapat diperoleh di daerah manapun, dengan diolah sesuai instruksi-instruksi pada kemasan dan dapat diakses oleh siapapun, dimanapun)

2. Ikatan geografis lokal – kurang ikatan lokal

Mengenai keberadaan dan kehampaan dengan ikatan lokal – tanpa ikatan lokal ini, dicontohkan produk tembikar yang lokal yang ada di daerah Amerika dengan tembikar yang diproduski secara massal tanpa mengenal ikatan geografis lokal.

Apa yang memiliki ikatan lokal cenderung menjadi sebuah bentuk yang kaya dalam substansi khusus, terutama yang spesifik dan menegaskan daerah tersebut (contoh tembikar di Atzompa, Coyotepec atau Oaxaca) dan apa yang kurang memiliki ikatan seperti itu mungkin akan memilik substansi yang kurang dalam kekhususannya (contoh tembikar yang diproduksi secara massal). Dan ada tren jangka panjang yang menjauh dari kelaziman lokal (seperti semua tipe barang kerajinan) dan dalam arah dari apa yang memiliki sedikit ikatan lokal seperti itu.

Keuntungan yang berkaitan dengan tembikar produk lokal antara lain mempertahankan tradisi, melestarikan kerajinan lokal, namun pemberantasan produk lokal oleh tembikar produk yang diproduksi secara massal juga menghasilkan keuntungan seperti adanya daya tarik yang lebih bersifat umum, ketersediaan yang lebih banyak dan harga-harga relatif rendah.

Sedangkan kerugian yang ada dari tembikar produk lokal adalah ketersediaan yang terbatas, sedangkan dari produk massal tanpa ikatan lokal terdapat kerugian berupa kurangnya sentuhan dengan nuansa khas dari seorang pengrajin.

Tembikar lokal cenderung dikaitkan dengan periode waktu tertentu sementara tembikar yang dibuat secara massal cenderung tanpa batas waktu

3. Spesifik sesuai zaman – Tanpa batas waktu

Apa yang spesifik dalam periode zaman tertentu cenderung menjadi bentuk yang kaya dalam substansi khususnya (terutama refleksi dari era tertentu). Sebagai contoh adalah mobil tangguh yang diproduksi pada era tertentu dari komunitas lokal seperti Volkwagen, Thunderbird dan Convertible Chrysler Lebaron. Produk ini melekat dengan sebuah tradisi sejarah. Sedangkan apa yang tanpa batas waktu seperti contoh mobil Hyundai dari Korea dan cabangnya Kia saat ini lebih mungkin menjadi sebah bentuk yang sebagian besar kekurangan dalam subtansi khusus. Lebih memfokuskan diri pada pada isu-isu pragmatis berupa harga, garansi dan tawaran-tawaran khusus. Namun ada tren jangka panjang dari keunggulan dari apa yang spesifik terhadap sebuah periode tertentu.

Keuntungan berkaitan dengan apa yang terikat waktu dapat mengidentifikasikan diri dengan periode waktu yang mewakili pelanggan. Sedangkan tanpa batas waktu mempunyai keuntungan yang sama bagi pelanggannya, daya tarik kepada audiens yang jauh lebih besar dan besar dengan kesetiaan kepada periode waktu apapun daripada yang terikat waktu.

Sedangkan kerugian dari terikatnya waktu adalah kepentingan yang terbatas, sedangkan yang tidak terikat waktu cenderung tidak adanya kehadiran “jiwa”. Ketidakhadiran muatan yang merupakan refleksi terhadap sebuah periode waktu tertentu.

4. Manusiawi – Tidak manusiawi

Keberadaan diidentikan dengan sifat manusiawi yang menghubungkan relasi antar manusia dalam mewujudkannya sehingga kaya akan substansi khusus dibandingkan kehampaan yang mencirikan tidak ada hubungan yang manusiawi, cenderung bersifat impersonal. Sebagai contoh dalam kasus ini adalah universitas dengan hubungan langsung yang bersifat interpersonal antara sesama mahasiswa dibandingkan dengan universitas online yang saat ini mulai marak dengan ciri hubungan impersonal dan minim (atau bahkan tidak ada) tatap muka secara langsung. Universitas online hampir secara diametris bertentangan dengan sekolah tinggi yang kecil dan karena itu berada ada pada bagian akhir kehampaan dari kontinum.

Keuntungan dari bentuk-bentuk dengan hubungan manusia yang mendalam adalah kepuasan memiliki hubungan baik dalam sekolah tinggi dengan kemungkinan untuk belajar lebih banyak yang eksis dalam hubungan tatap muka diantara dosen dan mahasiswa. Sedangkan, pada bentuk yang tanpa hubungan manusiawi terdapat kebebasan dan efisiensi berkaitan dengan kurangnya keterlibatan personal dengan orang lainnya dalam universitas internet.

Mengenai kerugian dari bentuk hubungan manusiawi adalah kemungkinan terjadinya persaingan yang membuat seseorang menjauhi sekolah tinggi atau universitas. Sedangkan pada bentuk yang tidak manusiawi mempunyai kerugian berupa tidak adanya kehadiran jiwa yang menjadi makna dari universitas sebagai institusi pendidikan lantaran dilakukan secara online.

5. Mempesona – Mengecewakan

Kontinum terakhir ini membawa kepada semua kontinum yang terjadi sebelumnya. Apa yang menjadi kontinum keberadaan membawa kepada suatu yang mempesona dan penuh dengan substansi yang khusus, sedangkan apa yang menjadi suatu kehampaan akan membawa kepada sesuatu yang mengecewakan, kekurangan makna dan misteri magis.

Tentu saja sesuatu yang disusun dengan setting yang terpusat dan dikontrol secara sangat ketat dengan berbagai contoh mengenai bentuk-bentuk kehampaan di atas, bahan yang umum tersedia sepanjang tahun, dibuat tanpa keahlian pembuatnya dan tidak adanya hubungan yang manusiawi, tidak mungkin menjadi yang mempesona. Dan sebaliknya apa yang menjadi keberadaan dengan berbagai bentuk yang dipaparkan di atas, dengan keunikan bahan yang bersifat lokal, dengan keahlian pembuatnya, mempunyai nilai historis dan penuh hubungan manusiawi tentu akan menjadi suatu yang mempesona.

Bentuk Kehampaan

Dari beberapa kontinum kehampaan dan keberadaan di atas, dapat dilihat beberapa bentuk dari kehampaan yang diuraikan lebih jauh lanjut oleh Ritzer dalam sub bagian bertemu kenihilan. Beberapa bentuk utama kehampaan itu adalah:

Bukan tempat (dan tempat)

Perbedaan tempat dan bukan tempat erat berkaitan dengan pendapat Manuel Castell, bahwa kita sedang bergerak di dunia yang dicirikan oleh “space of places atau ruang-ruang tempat” kepada sebuah dunia yang didominasi oleh space of flows atau ruang-ruang aliran.” Ruang tempat sebagai setting yang bersifat unik, dicirikan oleh ikatan-ikatan geografis yang kaya dan sebuah aturan dengan ikatan-ikatan mendalam terhadap poin-poin spesifik dalam sejarah lokal. Sementara ruang yang penuh dengan aliran cenderung bersifat umum, tanpa batas geografis yang jelas, dan memiliki kualitas tanpa batas waktu.

Terdapat korelasi besar antara ruang tempat dan keberadaan, serta ruang aliran dengan kehampaan. Dengan memberikan ketidakstabilan terus menerus dan konstan dari kedua ruang tersebut. Adalah sulit untuk ruang-ruang aliran menjadi keberadaan. Ruang-ruang tempat lebih mungkin menjadi keberadaan karena memiliki stabilitas untuk mengembangkan basis substantif khusus, namun aliran-aliran kurang memiliki stabilitas dan relatif tanpa substansi seperti itu.

Sebagai contoh rumah makan lokal Chicago adalah keberadaan suatu tempat, sedangkan suatu rumah makan cepat saji adalah bukan tempat. Suatu tempat dari rumah makan lokal itu memiliki ruang tempat yang cenderung stabil dan memiliki kekhususan batas geografis yang jelas. Sedangkan bukan tempat dari restoran rumah makan cepat saji seperti McDonald, cenderung tidak mempunyai stabilitas dan menjadi relatif dalam batas geografisnya karena telah terbentuk aliran tertentu yang umum terjadi dimanapun.

Bukan benda (dan benda)

Dari suatu tempat dan bukan tempat, terdapat benda dan bukan benda yang menjadi produk yang dikonsumsi oleh masyarakat. Para produsen dan konsumen akan mengembangkan sebuah perasaan identitas dengan suatu benda dibandingkan yang bukan benda. Hal ini berkaitan dengan proses pembuatan benda yang memiliki proses waktu yang panjang, keunikan dan kekhasan tersendiri dari setiap bahan yang digunakan. Sedangkan bukan benda dicirikan sebagai suatu yang dikonsumsi dengan cara instan tanpa keunikan dari proses pembuatannya.

Sebagai contoh Big Mac adalah bukan benda, sedangkan Culatella Ham adalah benda. Big Mac merupakan produk dari makanan cepat saji McDonald yang menghasilkan rasionalisasi dalam proses pembuatannya karena efek dari produksinya menekan permintaan secara besar-besaran sehingga pekerja yang terlibat didalamnya dibayar rendah dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Sedangkan ham culatella mempunyai daya tarik tersendri di kalangan konsumennya dengan perasaan identitas yang kuat diantara mereka dengan menyukainya daripada alternatif yang lain dibandingkan para konsumen Big Mac yang lebih mungkin sekedar mengkonsumsi sebuah produk bersaing.

Bukan orang (dan orang)

Sebagaimana pendapat Erving Goffman (1959) mengenai non-person (bukan orang), yang dimaksudkan sebagai bukan orang adalah sebenarnya orang yang tidak diperlakukan sebagaimana orang, atau seseorang yang tidak bisa bertindak seakan-akan dia adalah seseorang, tidak berinteraksi dengan lainnya sebagaimana orang.

Contoh dari hal ini adalah suatu pelayanan di dalam suatu bar, kedai minuman tradisional adalah orang, sedangkan seseorang yang melayani dengan seragam Mickey Mouses di Disneyland adalah bukan orang. Bartender di kedai tradisional menjadi satu yang sejenis dalam karakter dan tentu saja unik. Dalam memberikan pelayanan mereka menampilkan dirinya sendiri dan memungkinkan untuk dikenal secara personal oleh pelanggan dengan baik. Tidak ada organisasi yang terpusat yang mengatur bagaimana seorang bartender harus bertindak dan mengontrol tindakan mereka. Berbeda dengan pelayanan anggota Disney yang dikontrol secara terpusat oleh Disney Corporation.

Mereka tidak memungkinkan menampilkan karakter dirinya sendiri. Apa yang dilakukan tiap orang harus sesuai dengan aturan dan naskah yang harus dijalankan dan akan bermasalah apabila mereka melakukan tindakan individual. Apabila bartender lokal memungkinkan memiliki ikatan sosial dengan lingkungannya dan mengembangkan diri dalam kelompok khusus dalam sebuah lingkungan. Maka pelayan bukan orang disney tidak mempunyai ikatan geografis lokal khusus karena pegawai bisa dari mana saja diambil dan dipekerjakan dimana saja, baik dalam lingkup antar negara maupun kota. Sehingga secara sosial tidak memungkinkan mereka menjalin ikatan yang kuat dengan lingkungan sekitar.

Bukan pelayanan (dan pelayanan)

Membahas mengenai bukan pelayanan dengan pelayanan terkait dengan bukan orang dan orang yang telah dibahas di atas. Bagaimana orang menghasilkan pelayanan yang prima dan sebaliknya bukan orang menghasilkan bukan pelayanan bagi pelanggannya. Sebagai contoh service pada suatu rumah makan Gourmet adalah pelayanan, sedangkan jasa layanan yang disajikan oleh pelayan di kapal pesiar adalah bukan pelayanan.

Para pelayanan di rumah makan Gourmet umumnya menawarkan pelayanan yang berbeda dan sesuai dengan dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan. Walaupun kontrol dipegang oleh pemilik dan kepala pelayan,umumnya tidak ada kontrol terpusat karena cenderung menjadi satu yang sejenis dalam pengoperasiannya. Berbeda dengan service kapal pesiar, pelayanan dilakukan secara terpusat karena tempat yang luas dan besar. Apa yang dilakukan sebagai sebuah pelayanan merupakan subyek dari instruksi, garis pedoman dan buku petunjuk perusahaan . Sebagai hasilnya service yang diberikan hanya menawarkan pelayanan yang hanya sedikit perbedaan antara satu tamu dengan tamu lainnya. Oleh karenanya perbedaan substansial dari kedua jenis service ini menghasilkan dua bentuk pelayanan dan bukan pelayanan.

Globalisasi

Globalisasi adalah penyebaran kebiasaan-kebiasaan mendunia, ekspansi hubungan yang melintasi benua, organisasi dari kehidupan sosial pada skala global dan pertumbuhan dari sebuah kesadaran global bersama. Globalisasi merupakan proses yang sedang terjadi di dunia dengan ditandai oleh perdagangan bebas antar negara, transnasional. Berdirinya lembaga-lembaga seperti World Trade Organization (WTO), International Monetary Fund (IMF) merupakan lembaga penting yang berperan dalam arus globalisasi saat ini.

Permasalahan mengenai munculnya globalisasi mendapatkan kritikan yang tajam dari teoritikus seperti Roland Robertson yang menggarisbawahi apa yang menjadi persoalan pokok dari globalisasi. Dengan mengajukan pertanyaan, “Apakah perubahan global menyebabkan homogenitas yang semakin meningkat atau heterogenitas yang semakin meningkat atau gabungan diantara keduanya?” dan Apa hubungan antara global dan lokal?”. Dua persoalan ini sangat erat berkaitan karena keunggulan lokal akan cenderung dihubungkan dengan heterogenitas sementara dominasi global akan lebih dihubungkan dengan homogenisasi. Kemudian persoalan selanjutnya adalah, “Apa yang mendorong proses globalisasi? Apa kekuatan penggeraknya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang coba dijawab dengan berbagai pemaparan Ritzer dengan membahas kekuatan penggerak globalisasi seperti Kapitalisme, McDonaldisasi dan Amerikanisasi.

Glokalisasi Vs Grobalisasi

Sebagai tambahan terhadap diskusi nothing-something, dan mengenai konsep glokalisasi yang terkenal, Ritzer memperkenalkan suatu istilah baru: grobalisasi. Menurut definisinya, glokalisasi yang didefinisikan sebagai interpenetrasi global dan lokal yang memberikan hasil unik dalam wilayah geografis yang berbeda. Apabila glokalisasi menekankan pada integrasi antara lokal dan global maka grobalisasi adalah suatu proses yang menciptakan homogenitas melalui perluasan global mengenai format umum dan praktek tertentu. Ia membuktikan bahwa kapitalisme, Mcdonaldisasi, dan Amerikanisasi adalah proses yang paling utama bagi grobalisasi. Pada sisi lain, glokalisasi melibatkan interaksi dari banyak format budaya lokal dan global yang memimpin heterogenitas dalam kaitan dengan variasi lingkungan budaya. Di tengah dua ekstrim ini, Ritzer menyatakan bahwa “globalisasi melibatkan suatu pertentangan antara grobal dan glokal”.

Secara keseluruhan -mengikuti pendapat Robertson- ada beberapa elemen esensial dari glokalisasi sebagai berikut:

1. Dunia sedang tumbuh menjadi pluralistik

2. Individu-individu dan kelompok-kelompok lokal memiliki kekuasaan besar untuk menyesuaikan diri, memperbarui dan melakukan manuver dalam sebuah dunia glokal.

3. Proses-proses sosial adalah berhubungan dan saling tergantung. Globalisasi memancing berbagai reaksi, dari kubu nasionalis sampai penerimaan kosmopolitan, yang hidup dari dan merubah grobalisasi yang menghasilkan glokalisasi.

4. Komoditas-komoditas dan media, arena dan kekuatan kunci dalam perubahan budaya pada akhir abad 20 dan awal abad 21 tidak dilihat sebagai (secara total) yang koersif, namun lebih sebagai penyedia materi untuk dimanfaatkan dalam kreasi individual dan kelompok di seluruh wilayah dunia yang terglokalisasi.

Kemudian, secara alamiah, grobalisasi mengarah kepada keragaman ide-ide yang sebagian besar merupakan antitesis:

1. Dunia semakin bertumbuh menjadi serupa. Teori grobalisasi cenderung meminimalkan perbedaan-perbedaan di dalam dan diantara wilayah-wilayah di dunia.

2. Individu-individu dan kelompok-kelompok secara relatif memiliki kemampuan untuk beradaptasi, memperbarui dan melakukan manuver dalam sebuah dunia yang tergrobalisasi.

3. Proses-proses sosial sebagian besar merupakan satu arah dan deterministik. Grobalisasi cenderung menyergap yang lokal dan membatasi kemampuannya untuk bertindak kembali kepada grobal.

4. Komoditas-komoditas dan media merupakan kekuatan kunci dan wilayah perubahan budaya dan mereka dipandang sebagian besar menentukan diri sendiri dan kelompok-kelompok di seluruh wilayah dunia yang tergrobalisasi.

Glokalisasi dan Grobalisasi menjadi subtema dari tema besar Globalisasi, dimana Grobalisasi diuraikan berkenaan dengan tiga subproses; Kapitalisme, McDonaldisasi dan Amerikanisasi. Ketiganya inilah yang menjadi kekuatan utama dalam penyebaran kehampaan global ditambah dengan media pendukung melalui internet yang menyediakan ruang penyebaran kehampaan yang canggih dan efektif. Walaupun tidak ada hubungan hukum diantaranya, akan tetapi terdapat elective affinity (hubungan tarik-menarik) antaranya. Salah satu diantaranya cenderung menggantikan eksistensi yang lainnya. Pada satu sisi, sebuah pasar global memaksa sejumlah besar dan banyak jenis kehampaan yang semakin meningkat, setidaknya sebagian darinya dibuat melalui iklan dan pemasaran oleh perusahaan dan negara dengan keuntungan dari penjualan dan distribusi kehampaan. Akhirnya jauh lebih mudah untuk menggrobalisasikan kehampaan daripada keberadaan; produksi kehampaan dalam jumlah besar bertanggungjawab terhadap perkembangan grobal.

Grobalisasi bersifat ekspansif dan berorientasi kepada pertumbuhan dan merupakan pasar global yang menawarkan tempat yang paling memungkinkan untuk ekspansi pasar. Karena grobal semakin memasuki yang lokal, semakin lama semakin sedikit lokal yang bebas dari pengaruh-pengaruh grobal. Mereka ini yang akan dibuang, dipindah atau diasingkan ke periferi-periferi dan celah-celah dari komunitas. Bagian terbesar dari yang tersisa jauh lebih baik dideskripsikan sebagai glokal daripada lokal.

Dalam komunitas, perjuangan yang nyata adalah antara grobal yang lebih murni versus glokal. Salah satu implikasi yang sungguh-sungguh krusial dari hal ini adalah bahwa semakin sulit untuk menemukan apapun di dunia ini yang tidak tersentuh oleh globalisasi. Alternatif utama dalam sebuah bagian ini adalah sebuah bagian yang terglobalisasi sifatnya secara mendalam (grobalisasi) dengan apa yang global dan bekas-bekas elemen lokal yang bercampur baur menjadi glokalisasi. Hal ini jelas menunjukan kemenangan global yang hampir total di seluruh dunia.

Oleh karenanya lokalitas harus disadarkan agar tidak kemudian hilang tergerus globalisasi yang mengeliminasi potensi lokal beserta keunikan karakter budayanya. Lokalitas dapat memainkan peranan kunci dengan sumber-sumber keanekaragaman maupun inovasi.

Resumer: Rohmad Suryadi (Mahasiswa Program Master Sosiologi UGM Yogyakarta)

“Antara kita, cita dan cinta”

Dia yang kukenal begitu baik. Meskipun aku tak tau yang sebenarnya tentang dia, kecuali sejak ia mengenalku dalam pertemuan yang telah direncanakan untuk sama – sama belajar meraih gelar master di kota ini. Walau kami bersama tak banyak yang kami bincangkan dalam setiap kesempatan siang dan malam kecuali berdiskusi tentang teori dan praksis masyarakat yang menjadi bahan pembicaraan. Tak lebih dari itu, apalagi soal asmara aku tak tahu tentang itu karena barangkali kami beranggapan itu wilayah privat yang tidak perlu dipublikkan . Tak perlu ada pembicaraan, sampai sakitnya, lemah jantung akut yang dideritanya aku tak tau selain setelah dia pergi meninggalkanku untuk selamanya pada dini hari saat itu.

Barulah kutau betapa bodohnya aku yang tak mau tau banyak tentang dirinya yang kuanggap sebagai saudara meski aku baru mengenalnya. Setelah kepergiannya,kurasakan kesepian diri akan seorang teman berdiskusi, teman yang aktif dalam kegiatan sosial itu dengan damai kembali pada Tuhannya. Entah damai entah gelisah yang ia tanggung aku pun tak tau lagi.

Semua karena pengakuannya yang tertuliskan dalam buku harian yang kutemukan di laci mejanya sehingga aku tau meungkin dia pergi dengan kegelisahannya atau mungkin kedamaian atas kemenangan dirinya. Perlahan kubaca dan kutemukan bahwa ia tengah memendam cinta atau mungkin melepaskan cinta untuk kembali bersamaNya. Dalam tulisan rapi tangannya ia menuliskan perjalanannya sendiri yang terakhir dengan judul “Antara kita, cita dan cinta”

Baru kusadari saat ini, bahwa kamu bukanlah untukku. Kita begitu banyak berbeda dalam semua hal entah prinsip entah sepele. Yang pasti aku tak akan bisa membahagiakanmu bila kelak engkau berada di sisiku. Engkau begitu sempurna dengan pandanganmu atas dunia, tak mungkin dikalahkan dan aku tau kamu harus mencari orang yang mampu menaklukanmu bila ingin mendapatkan bahagiamu. Terbukti aku tak cukup mampu menjaga hubungan kita yang sempat rentak itu meski aku telah mengalah dan mencoba mempertahannya.

Biarlah kubakar sejarahmu dalam hati dan memoriku. Tak sanggup aku menyimpan untuk kesekian kalinya. Tak pantas aku membelenggumu dalam rasa memiliki seorang yang tak layak seperti diriku. Apalagi usiaku dalam hitungan masa yang tak mudah kamu menerimanya bila kebersamaan itu hanya berjalan sehari-dua hari. Aku begitu rapuh dan lelah untuk tetap berdiri tegar menghadapi sisa usiaku.Biarkan aku istirahat sejenak melepasmu..

Bilapun ikatan janji dulu kita pernah ikrarkan maka saat ini sebelum aku pergi aku ingin katakan padamu aku telah menarik janji itu. Biarkan dirimu hidup dengan bebas memilih dengan siapa kelak kamu akan mengarungi hidup.kupersilakan kehendakmu menentukan arah masa depan. Mungkin inilah jalan yang terbaik, merelakan masing-maisng diri kita atas jalan yang kita pilih nanti. Lebih baik kau pergi dengan kesenanganmu, carilah bahagiamu karena aku tak mau nanti kamu akan menyesal bila kamu tau siapa diriku.

Kepakan sayapmu untuk menggapai cita-citamu yang mulia itu. Usiamu masih terbilang muda belia. Terbanglah ke angkasa untuk menggapai bintang cintamu yang hendak kau tuju. Aku yakin kamu tidak akan salah memilih sinar bintang yang mana yang kau harapkan bisa menemanimu pulang . Karena diriku adalah kegelapan malam itu maka jangan lagi kau mengulang berkubang di dalam gelapnya bila saja kamu mau dan mampu mendapatkan cahaya yang akan menyinari hidupmu selamanya.

Kita cukupkan sekian saja sebagai akhir cerita cinta kita dengan akhir yang damai. Atau barangkali tidak, cinta kita tak akan berakhir karena cinta sejati tidak pernah mengenal kata akhir. Begitulah kalimat yang dulu sering kita ucapkan bersama. Tetapi akupun memaklumi bahwa cinta tak harus memiliki. Andai saja aku boleh berharap, kelak di nirwana yang damai aku menginginkan dirimu diciptakan menjadi dua, satu untukku dan satu untuk belahan jiwa pilihanmu..

Selamat jalan cinta…

Jogja, 3 Desember 2010

Baru aku tau ternyata beginilah ia memendam cinta di atas ketenangan wajahnya. Membiarkan bulir-bulir cinta bergejolak dalam hatinya melawan sakit raganya. Pergulatan batin yang keras kukira membuat ia tumbuh dewasa, pertarungan antara dirinya yang tak lagi sehat dengan kekuatan cinta yang begitu dahsyat. Selamat kawan, kamulah pemenang atas semua pergulatan itu meskipun seorang diri. Selamat jalan kawan semoga engkau damai di sisiNya.

Still Loving You (a Literary Sociology:)

Still loving you

by: Scorpion

Time, it needs time
To win back your love again.
I will be there, I will be there.

Love, only love
Can bring back your love someday.
I will be there, I will be there.

Fight, babe, I’ll fight
To win back your love again.
I will be there, I will be there.

Love, only love
Can break down the walls someday.
I will be there, I will be there.

If we’d go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.

Your pride has build a wall, so strong
That I can’t get through.
Is there really no chance
To start once again?
I’m loving you.

Try, baby try
To trust in my love again.
I will be there, I will be there.

Love, your love
Just shouldn’t be thrown away.
I will be there, I will be there.

If we’d go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.

Your pride has build a wall, so strong
That I can’t get through.
Is there really no chance
To start once again?

If we’d go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.

Yes I’ve hurt your pride, and I know
What you’ve been through.
You should give me a chance
This can’t be the end.

I’m still loving you.
I’m still loving you,
I need your love.
I’m still loving you.
Still loving you, baby…

Hmm..sedianya malam ini menuliskan artikel atau makalah untuk dikumpulkan besok lusa. Tapi tak tau kenapa pas dengarkan lagu “Still Loving You” Scorpion ini mood beralih untuk menuliskan sedikit ulasan mengenai lagu ini. Meskipun aku tak paham teori sastra tapi setidaknya dalam Sosiologi ada metode interpretasi untuk menafsirkan apapun sesuka hati dari aktor. Baik itu fenomena, gejala, kejadian, peristiwa atau teks bahkan lirik sekalipun. Memang Sosiologi ilmu yang “menjajah” semua bidang. Sociology is hegemonic..

Lagu lama yang tidak kutahu sejak kapan dibuat ini kurang lebih berkisah tentang perpisahan dalam percintaan atau persahabatan, perkawanan atau pertemanan atau apapun itu namanya. Yang jelas unsur cinta sangat ditekankan sebagaimana judul dan dominasi teks yang terdapat lirik, still loving you.

Dan begitulah keadaan hidup, suasana hati yang terpisah pasti akan saling merindukan dan saling mengkhawatirkan. Dan hanyalah masalah waktu barangkali yang akan menyatukan lagi jalinan, ikatan, hubungan, atau apapun namanya untuk kembali terajut dalam bingkai cinta sepenuh makna. Ketika perpisahan itu karena pertengkaran maka akan membutuhkan waktu untuk meredakan dan kembali dalam damai. Jika berpisah karena ketidaksiapan dalam kondisi tertentu maka akan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri hingga semuanya siap untuk bertemu kembali dalam ikatan yang mungkin lebih baik. It’s need time, only time to win back your love again..

Waktu panjang penantian itu pastinya akan terasa singkat dan bukan hal krusial bila cinta adalah dasarnya. Begitulah cinta bekerja, memberikan energi dahsyat atas penantian panjang. Meskipun aku tak tau artinya cinta tapi dapat melihat bagaimana efeknya, oleh karena cinta para pemuda yang awalnya penakut menjadi pemberani, awalnya pengecut menjadi kesatria, awalnya diam menjadi bergerak dan berjuang mempertahankannya. Namun tak jarang pula demi cinta mereka menjadi mabuk bahkan gila karenanya. Love, only love can bring back your love someday.

Kesetiaan untuk kembali itu terwujud dalam janji. Janji yang tulus untuk tetap sabar dan tegar. Janji yang menenteramkan bagi yang ingin memiliki. Bukan janji palsu yang tanpa isi. Janji ku akan tetap di sini atau di sana untuk menantikanmu kembali meretas jalan kebersamaan yang sempat hilang. Kemudian setelah kembali marilah kita mulai kembali semua dari awal dan akan aku hapuskan, hempaskan, singkirkan, merubah semua hal yang merintangi bahkan membunuh cinta kita. Demikianlah ikrar yang biasa diucapkan entah dengan tangis atau senyuman. Terlampau biasa atau berlebihan mungkin, tetapi bila kata-kata yang berbicara hanyalah hati yang mengerti apa artinya. Let’s we promise, we would try to change the things that killed our love.

Pada akhirnya hanyalah penginsyafan, kemafhuman pengakuan atas kesalahan untuk perbaiki semua menjadi kata akhir. Dari setiap yang kembali, sadar bahwa diri telah melakukan kesalahan maka adalah sikap bijak untuk memberikan kesempatan bagi pasangan untuk memperbarui semua adalah tanda cinta yang sebenarnya. Dan ketika segalanya membaik itu tak kan, tak boleh berakhir di tengah perjalanan yang membuat rentak terulang. Sekaligus bukti bahwa masih ada cinta yang membawa kembali bersama. Yes I’ve hurt your pride, and I know what you’ve been through. You should give me a chance This can’t be the end. I’m still loving you….

Sesal

Di malam yang larut gelap ini, dalam temaram yang diam aku masih terjaga di hamparan hijaunya bukit pengharapan. Tengadah tangan, mencoba menundukan hati yang bimbang diiringi nyanyian dzikir rerumputan dan dedaunan yang mulai menghijau. Sudah lama aku tak begini..entah berapa lama aku tak lagi merasakan kekhusyukan yang dalam ketika bercengkerama denganmu di keheningan malam. Tersadar selama ini malam-malamku hanya ritualitas dengan makna yang kosong tak berbekas. Malam-malamku tak lagi setia memberikanku ketenangan yang damai seperti kurasakan bertahun-tahun yang lalu.

Aku malu padaMu kekasih, begitu banyak hal telah kau berikan tapi aku lupa untuk sekedar berucap kata terima kasih…Beribu nikmat kau hamparkan di kehidupanku tapi aku masih saja merasa kurang. Aku mulai lupa padamu yang tak pernah lupa padaku. Masih saja begitu banyak dosa, khilaf dan salah yang aku lakukan. Berulang kali kata maaf terucap, termohon untuk kebaikan kelak di masa depan. Tapi apa yang terjadi, selalu terulang dan terus terulang dalam sadar bahwa apa yang sedang kulakukan adalah kesalahan. Kesalahan terbesar karena aku begitu berani mengkhianatimu secara terang-terangan di hadapan wajahMu. Walaupun hatiku selalu berucap dengan lantang hentikan, jangan kau lanjutkan tetap saja nafsu berkata lain dengan daya yang lebih kuat dan dahsyat. Maafkan aku yang begitu sadar melakukannya bahkan aku mampu mengalahkan argumen yang telah kau gariskan dengan argumen rekaanku. Aku tak terkalahkan, bebas merdeka dari semua aturan yang telah Kau berikan. sekali-kali Tidak!! bukanlah kemerdekaan dan kebebasan yang aku raih ketika aku lepas dari ikatanMu melainkan aku masuk semakin dalam terpenjara jerat nafsu yang menggila mebuatku resah gelisah penuh air mata. tetapi bukan lagi air mata kedamaian atas namaMu melainkan air mata buaya yang tak bermakna apa-apa…maafkan aku Tuhan..

Aku semakin jauh dariMu jauhh dari cahaya kasihmu, terperangkap dalam lembah pesona makhlukmu yang menawan. Hingga aku lupa ada Kau yang maha sempurna, maha indah, segala apa yang kubutuhkan semua ada padaMu, maha mempesona yang tak sebanding dan tak pantas, takkan pantas disandingkan dengan pesona makhlukmu ya Rabb.. Mohon ampuni aku…

Dalam derai penyesalan yang sangat aku masih memujaMu. Meski aku merasa tak pantas, tak pantas aku karena telah mempersekutukanmu dengan berhala hiasan duniawi. Padahal setiap pagi dan petang aku berikrar Engkaulah tempat bergantung, Engkaulah satu-satunya tempat bersandar, tak ada yang menyamai bagiMu, tak ada yang setara denganMu, tak ada.. tapi hatiku terlalu rapuh, lemah, tak kuasa aku membendung inginku yang barangkali tak sejalan dengan inginMu.. serapuh awan imanku yang beterbangan kesana kemari tak tentu arah. Selembut kapas yakinku yang tak berdaya terhempas hembusan angin surga dunia yang fana…

Aku merasa tak lagi pantas ketika banyak sekali sekelilingku mengira aku adalah orang yang suci, aku orang yang baik dan lurus. Maka maafkanlah diriku yang masih jauh dari persangkaan mereka ya Rabb, rahmatilah mereka yang selalu berprasangka baik pada hambaMu yang hina ini. Merasa tak pantas aku berada diantara saudara-saudaraku yang selalu menjaga kemuliaan dirinya dengan berlepas diri dari apa laranganMu. Sedangkan aku?? semakin aku menyendiri dalam sepi semakin jauh aku dari pengingatan mereka, nasehat mereka yang dulu sering kudengar kini terasa asing dan aneh. Keakuanku tak terkalahkan oleh apapun. Lalu bagaimana dengan diriMu? sudah tak bisa kugambarkan betapa murkanya diriMu bila saja aku berani menantangMu dengan keakuanku yang semakin tak jelas ujung dan pangkalnya.

Ingin rasanya setiap saat dan waktu hanya terarah padaMu seorang. Cintaku, kasihku, sayangku pada siapapun hanya karenaMu semata. Seperti aku ingin mencinta pada awalnya. Tapi lagi-lagi aku tak mampu memenangkanMu di atas semua yang aku mau. ketika semua belum saatnya aku hanya menjadi bulan-bulanan di dera rasa bersalah dan semakin tersudut dalam ruang kosong hampa tanpa seberkas sinarmu, sedikitpun….

Demi Dirimu aku yang nista mencoba menghadapmu kembali di malam ini. Dalam keheningan malam yang pekat dan gulita. Hanya aku dan Kamu. ingin selamanya aku begini saja tanpa yang lain bila memang fitrahku tak mampu mengikuti kehendakMu…

Aku begitu tak berdaya..ingin aku tak mengulang satu kesalahan yang sama dan terus berulang kembali. tak akan lagi. semoga ini janjiku yang bukan sekedar ucapan tetapi benar terpatri di hati. bukan pula halusinasi atas harapanku yang tak pasti. Aku ingin kembali padaMu maka ajarkan aku mencinta hanya karenaMu. Pertemukan aku dengan yang hanya mengarahkan cintanya padaMu. Hindarkan dan jaga hatiku dari semua yang tak perlu. Senantiasa dalam kasihMu aku ingin berlabuh bukan yang lain. bukan yang lain.. Perkenankanlah ya Rabb..ajari aku setia padaMu di setiap malamMu..

Pesona Kata Pesona Cinta

Kala surya kembali ke peraduan

hatiku bimbang tak berpesan

kehadiranmu mengusik ketenanganku

pengakuanku membasuh luka tak tentu

aku terpesona dengan kata indahmu

yang membuatku terkesan melayang

takluk aku oleh pesona kata penuh cinta yang penuh makna

tak paham aku apakah itu tulus untukku atau selain aku?

apakah memang sekedar ingin memainkan perasaanku

ataukah mungkin mengujiku dengan permainan perasaanmu

raguku bertanya di kalbu

aku tak mengenalmu sebagaimana aku mengenal kawanku

bertemupun belum atau sekedar tahu

aku tak kuasa untuk sekedar berjumpa denganmu

menjaga jarak menghindar dari semua yang terlarang

sebelum semua terlanjur sayang

hanya kata yang kukenal darimu

kata yang terkadang membuat merasa dekat

kadang membuat perseteruan

awalnya aku hanya ingin  membalas kenakalan

keusilan jahat dengan memberikan kebaikan

perhatianku ternyata tak berhenti cukup disitu

dirimu menjelma jadi hantu

yang kian menghantui malam-malamku

seperti halnya hantu yang pernah kuberikan kepadamu

sebagai karya kejahilanku

perhatian yang membuat berbeda karena aku terkesima dengan kata

apakah aku jatuh cinta hanya karena kata?

tak taulah aku arti kata cinta

merasa tak pantas menjadi bagian dirimu yang menawan

hanya rasa kehilangan ketika dirimu memutuskan untuk pergi

rasa yang sebelumnya tak pernah ada rasa memiliki

rasa gila yang menghancurkan nalarku

membuatku tak lagi berpikir sosiologis tapi jadi puitis

menjadikanku melankolis bukannya logis

merubahku romantis tak lagi kritis

rindu yang tak bertepi akan sebuah kata bukan lagi nama

bukan pula wujud yang belum lagi aku melihatnya seperti apa

dunia serasa berputar lebih lama  selama penantian panjang

yang tak kutahu sampai kapan tergantikannya bayang-bayang

aku terperangkap dalam pesona kata pesona cinta

#masih berharap Engkau menjaga hati-hati kami.Semua kami kembalikan padaMu ya Rabb#

Berhenti

pada 10 Oktober 2010 jam 2:35

Sampai pada satu titik kepasrahan
kuharus berhenti
akhiri semua yang telah kupertaruhkan

berhenti tak membayangkan, memikirkan apalagi mengangankan
cukup sudah saatnya mengakhiri, menghapuskan hingga melupakan

salahkah bila kutak berhenti mengharapkannya?
terulang lagu itu terngiang di telinga

dan hanya sendiri
cukup sendiri saja yang bisa hentikan semua

melukiskan sejarah dalam kenangan
entah kelam entah senang

ingin sendiri kugapai kesejukan yang sempat menghilang
lantaran dia yang menawan

cukup sendiri dalam dekapanMu yang memberi ketenangan
bukan lagi kebimbangan

ingin aku berhenti
membawa sepenuh arti yang tak terulang lagi

Kesepian kita

pada 17 Oktober 2010 jam 1:42

Damai yang gersang

Saat malam tak lagi tenangkan fikirku

Saat rembulan tak ramah mengajak bercengkerama

Hanya dedaunan yang gemerisik

dan rinai hujan menghantarkan kesunyian ini

Kesepian kita berujung tandus

Batas jiwa dan raga melebar jauh

sejauh penantian panjang musafir

Kesepian kita terasa damai tapi gersang

kering kerontang meradang

menggilai semu senyap tanpa nama

Wujud yang menghilang di balik awan

takkan kembali menghampiri

kuharap sekedar bayang pun tidak

hanya ingatan kisah masa silam mungkin

Dan biarkan semua begitu adanya

Kesepian kita tanpa nama

00:42 171010

Merindumu

oleh Rohmad Sosiawan pada 09 November 2010 jam 6:41
Berjalan menyusuri lorong gelap
terasing diri tak berguna
aku mulai semakin merindumu
yang kuputuskan untuk kutinggalkan

Sadar ternyata diriku lemah
tak berdaya bagai buih di lautan
kerinduan ini menyiksaku
menyesakkan dadaku

Teringat masa-masa indah dulu
di kala kebersamaan penuh nilai berarti
tapi tidak saat ini
aku yang jalang tak pantas kau kasihi

Doamu lamat-lamat terdengar mengalir
harap bahagiaku dan selamatku
sedang aku telah lama lupa
alpa diri mengenangmu yang telah jauh

Apa kabarmu disana?
kuharap tak ada lagi harap cemas itu
tak perlu sedu sedan
harapku pulang ke pangkuanmu

Untuk kembali rasanya tak mungkin
membawa diri penuh dosa menganga
tak kuasa aku melihat mata airmu
menanggung beban anak gelandangan yang telah lama menghilang

(tembang rindu gelandang jalanan)

demi nasi

oleh Rohmad Sosiawan pada 04 November 2010 jam 18:34
melintas di perjalanan ke penjuru kota
kadang menjemukan tiap saat
teriknya matahari yang panas menyala
tak sebanding dengan jerih yang kudapat

10 ribu baru kudapat
untuk makan anakku yang empat
tak peduli usia yang mulai masuk kepala empat
sedikit bahagia kudapat

mengayuh menyusuri lorong penuh onak duri
pasti harus kujalani demi sesuap nasi
meski mukaku pucat pasi
tapi aku tak kan menyerah dengan alasan basi

(obrolan dg tukang becak di stasiun tugu di sore hari)

kesunyian

oleh Rohmad Sosiawan pada 31 Oktober 2010 jam 22:49
tiap jalan pasti ada pilihan
dan memilih kesunyian berarti ketenangan
kalau saja gegap gempita perjuangan adalah kemewahan
maka jalan sunyi adalah pilihan kesahajaan perang

dalam kesunyian menyepi sendiri mencari diri sejati
itu tak kan mudah.tak pernah mudah
begitu banyak berhala-berhala berkeliling disana
wanita,harta,tahta dan cinta tentu saja
maka hanya tekad kiranya yang akan mengubah segala

aku akan mencari arti itu sendiri
dalam kesunyian,kesahajaan diri
diambang pintu muliaMu
dalam sujud panjang memuja

dalam kepasrahan jiwa atas rindu tak terduga
aku inginkan diriMu tanpa yang lain
seperti aku ingin kesunyian ini tanpa yang lain
ketenangan itu saja kumau.cukup.

tak lagi denganmu,berhala-berhala semu…